Kebenaran yang Tersembunyi: Resensi Buku ‘The Silent Patient' by Alex Michaelides
Selamat datang di resensi terbaru saya di Libra Tea! Kali ini, saya akan mengulas "The Silent Patient," sebuah thriller psikologis karya Alex Michaelides yang berhasil mencuri perhatian banyak pembaca dengan twist ending-nya yang mengejutkan. Buku ini menawarkan pengalaman membaca yang mendalam dan penuh ketegangan, dengan karakter-karakter yang kuat dan alur cerita yang bikin penasaran.
Sinopsis:
"The Silent Patient" bercerita tentang Alicia Berenson, seorang pelukis terkenal yang tiba-tiba membunuh suaminya, Gabriel, dan kemudian berhenti berbicara sama sekali. Alicia diisolasi di sebuah rumah sakit jiwa dan hanya mengungkapkan dirinya melalui karya seni. Theo Faber, seorang psikoterapis, sangat tertarik dengan kasus Alicia dan bertekad untuk membantunya berbicara lagi. Saat Theo menyelidiki lebih dalam, dia menemukan rahasia-rahasia yang mengejutkan dan terjerat dalam sebuah misteri yang mengancam keselamatannya sendiri. Buku ini membawa pembaca melalui perjalanan penuh ketegangan dan kejutan yang tak terduga.
Kelebihan:
1. Plot Twist yang Mengejutkan:
Buku ini benar-benar bikin tercengang dengan twist yang tak terduga. Kamu pasti akan terus penasaran dan ingin tahu akhir ceritanya.
2. Karakter yang Mendalam:
Karakter Alicia Berenson dan Theo Faber digambarkan dengan sangat mendetail. Kamu bisa merasakan emosi dan motivasi mereka, membuat cerita terasa lebih hidup.
3. Atmosfer yang Mencekam:
Suasana gelap dan menegangkan yang ada di buku ini bikin pengalaman membaca semakin seru dan menantang.
4. Gaya Penulisan yang Menarik:
Michaelides punya cara menulis yang bikin kamu terus terpaku pada buku ini. Alur ceritanya mengalir dengan lancar dan bikin kamu enggak mau berhenti membaca.
Kelemahan:
1. Elemen Klise:
Beberapa bagian dari cerita mungkin terasa familiar kalau kamu sudah sering membaca thriller psikologis. Misalnya, karakter psikoterapis yang terlalu terlibat secara emosional.
2. Karakter Pendukung:
Karakter-karakter di sekeliling tokoh utama kurang berkembang, jadi kadang terasa kurang menarik dibandingkan dengan karakter utama.
3. Tempo Cerita yang Tidak Konsisten:
Ada beberapa bagian di buku ini yang mungkin terasa agak lambat, terutama saat cerita menggali latar belakang karakter.
Membaca "The Silent Patient" membuat perasaan campur aduk antara tegang dan penasaran. Ceritanya penuh misteri dan twist yang membuat kamu terus berpikir dan enggak sabar untuk tahu akhir ceritanya. Rasanya seperti terjebak dalam sebuah teka-teki yang rumit, dan ada kepuasan tersendiri saat akhirnya mengungkap kebenarannya.
"Satu-satunya hal yang aku tahu pasti adalah bahwa aku tidak tahu apa-apa."
Quote ini pas banget dengan tema buku ini, di mana kebenaran seringkali sulit dipahami dan penuh kejutan.
Kalau kamu suka membaca dan mencari bacaan baru, cobain Mystery Ebook Package! Dalam satu paket, kamu akan mendapatkan lima ebook pilihan plus satu reading journal untuk mencatat kesan dan resensimu. Yuk, lihat detailnya di sini: https://lynk.id/booklit

Comments
Post a Comment